Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Februari 2009

Kembalilah Syahdu




Kisah levina meninggalkan jejak pertanyaan yang belum terjawab, episode kebersamaan antara seorang Ifand, Syahdu, dan Sofiya terpotong saat Syahdu pergi tak pernah kembali. Tak seorangpun tahu di mana tanah yang ia injak, tak seorangpun mengenal tanah yang tergali sebagai liang lahat.
Syahdu… Syahdu… sebuah nama yang mengisyaratkan banyak dilemma, ia adalah gambaran wanita dengan sejuta pesona yang selalu mengubur segenap kepedihan dalam hatinya.
Semua berharap Syahdu bisa kembali, entah di mimpi, atau datang sendiri, kalaupun ia ada di belahan dunia berbeda, Sofiya atau Ifand akan menjemputnya. Mereka berdua mencari kepastian kehidupan satu nama, Syahdu. Kiranya ia masih bernafas, mereka ingin kembali hidup bersama, tapi jika benar Syahdu tlah tiada, mereka ingin memeluk nisan kuburnya.

Rabu, 16 Januari 2008

Tragedi Kapal Levina


Belum lekang dari ingatan bangsa Indonesia bagaimana awal tahun 2007 dibuka dengan kabar hilangnya pesawat Adam Air. Tak berselang lama, tersiar derita baru dari perairan, Levina terbakar saat matahari belum sempurna bersinar. Banyak korban tewas, luka, bahkan hilang entah ke mana. Ayah mencari anaknya, cucu mencari neneknya, dan seorang suami terasa terhempas di pelabuhan menanti kabar istrinya.
Mereka belum lama hidup bersama, belum sempurna mengecap bahtera, hingga sang suami tak sanggup melihat kapal yang ditumpangi istri tercinta tampak dijilat api, membumbung asap, berwarna arang di tengah lautan kepulauan seribu yang tak bertepi.
Jeritan tangis meruap, pekikan-pekikan harap merayat, do'a memohon selamat tak henti terpanjat. Hanya dua pertanyaan tersisa di balik bangkai kapal yang gosong, apakah sang Istri masih hidup? Atau…
Buku ini melukiskan sebuah kisah sepasang suami istri yang berujung di lembah musibah. Ini adalah memori 22 februari di elegi pagi.